Rabu, 15 Mei 2013

31 Hari Menulis

Waktu saya kecil, gak pernah ada pikiran buat jadi penulis atau jurnalis. Karena ya, emang saya lebih suka ngomong sih daripada nulis hahaha. Tapi terpujilah Jurusan Ilmu Komunikasi UGM yang akhirnya membawa saya ke arus kata-kata hingga bercita-cita menjadi kuli tinta. Ya, jurusan inilah yang memaksa saya untuk suka menulis, lalu secara asal membuat saya bergabung di pers kampus, dan sampai sekarang (alhamdulillah-nya) ‘terjebak’ di dunia ini.

Bukan, saya bukan Raditya Dika atau Rahne Putri atau Alexander Tian atau so-called-selebtwit lain yang pada nerbitin buku berjamaah. Jangan sebut saya jurnalis kenamaan macam Goenawan Mohamad atau Andreas Harsono atau tokoh lain yang bukunya jadi pedoman mahasiswa jurnalistik. Saya lebih suka menyebut diri saya reporter ketimbang penulis apalagi jurnalis. Karena ya selama ini saya cuma me-report kejadian-kejadian yang ada melalui tulisan, hehehe.

Saya suka ketika jari-jari menari membentuk kata-kata. Saya juga senang pada proses sebelumnya, bertemu orang baru untuk wawancara. Tapi hal yang paling susah dilakukan adalah, menjaga konsistensi dari dalam diri, haha. Mungkin itulah alasan saya ikutan program 31 Hari Menulis, ingin belajar disiplin. Walaupun pada kenyataannya, selepas program ini blog saya sepi-sepi aja, hehehe. Ya gapapalah yang penting ada satu bulan dalam setahun dimana blog saya ini merangkak drastis baik tulisan maupun statistiknya.

Dan, marilah kita baca bismillah untuk memulai program ini ditengah merayapnya deadline skripsi, kerjaan, dan hal-hal gak penting lainnya. Karena menulis bisa membuatmu kaya. Semoga saya (dan peserta lainnya) istiqomah. Semoga Tuhan memberkati. And let's become a dancer on your papers guys!






*tulisan kesatu dalam #31HariMenulis tahun ketiga

Tidak ada komentar:

Posting Komentar